Pada tahun 2014 mendatang, diperkirakan akan ada 1 miliar orang mengakses video secara online dengan bandwidth total 767 exabyte atau lebih dari tiga per empat zettabyte.
Demikian hasil laporan studi tahunan Cisco Visual Networking Index (VNI) yang baru diumumkan beberapa waktu lalu. Studi Cisco yang didasarkan dari analisis dan pengumpulan informasi lalu-lintas, penggunaan, serta perangkat jaringan independen ini memperkirakan bakal terjadi peningkatan akses internet berbasis konten video hingga 91 persen dari total lalu lintas protokol internet.
Menariknya, Asia Pasifik merupakan negara kedua yang menghasilkan lalu-lintas data tertinggi (17,4 exabyte per bulan) setelah Amerika Utara (19 exabyte per bulan). Sedangkan Amerika Latin diperkirakan sebagai wilayah dengan pertumbukan lalu-litas data internet tercepat pada periode 2009-2014 dengan 50 persen CAGR (Compound Annual Growth Rate).
Salah satu pemicu utama pertumbuhan tren video online ini adalah berkembangnya komunitas video online global yang diperkirakan bakal mencapai lebih dari satu miliar pengguna pada akhir 2010. Selain itu jumlah format video --termasuk TV, Video on Demand, Internet Video dan peer to peer-- yang terus bertambah hingga 2014 juga menjadi pemicu lain membengkaknya konsumsi data internet global.
Cisco juga menyebutkan bahwa antara tahun 2009 sampai 2014 lalu lintas video advanced seperti televisi 3 dimensi (3D) dan video berdefinisi tinggi (HDTV) diproyeksikan bakal meningkat 13 kali lipat. Komposisi keduanya, dibanding keseluruhan lalu-lintas data global, adalah 4 persen untuk video 3D dan 42 persen untuk HDTV.
Lalu, akan lambatkan internet kita di masa depan. Jawabannya adalah tidak. Ini karena kalangan penyedia layanan internet sudah mampu beradaptasi dengan meningkatkan permintaan bandwidth tinggi ini. Cisco menunjukkannya dengan memberikan simulasi download film DVD berukuran 4GB. Pada tahun 2000 lalu, file sebesar ini bisa didownload selama 3 hari, sementara di 2010 hanya dibutuhkan waktu sekitar 2 jam saja.
0 komentar:
Poskan Komentar